Tag: pemain basket

Los Angeles Lakers Tidak Kuasa Membendung Golden State Warriors

Los Angeles Lakers Tidak Kuasa Membendung Golden State Warriors

Los Angeles Lakers Tidak Kuasa Membendung Golden State Warriors – Los Angeles Lakers menjamu perlawanan kesebelasan yang menjadi juara bertahan di musim lalu yakni Golden State Warriors. Tampil dengan pemain lapis keduanya, Lakers kemudian menyerah dengan skor telak dari Warriors 108-90.

Meski bermain di Staples Center yang adalahkandangnya sendiri, perbedaan kualitas salah satu kedua pemain memang tidak bisa dibohongi. Lakers yang melulu mengandalkan pemain muda mereka tampak kewalahan ketika harus meladeni permainan cepat skuat utama Warriors. Alhasi, Lakers tidak pernah unggul sama sekali sepanjang pertandingan dan mesti menyerah dari tangan Warriors. Kemenangan Warriors ini kemudian membantu mereka untuk dapat menutup musim dengan daftar gemilang.

Kunci kemenangan Warriors di laga ini ialah DeMarcus Cousins dan Quinn Cook. Cousins yang menjadi center utama dalam tim sukses mencetak 21 poin dan 10 rebound guna memimpin pendapatan angka dalam tim. Tidak hendak ketinggalan dengan Cousins, Cook yang turun dari lapis kedua pun mampu tampil produktif. Cook dapat mengakhiri laga dengan torehan 18 poin miliknya.

Beralih ke kubu Lakers, Johnathan Williams dan Moritz Wagner menjadi dua pemain yang sangat bersinar. Williams dapat menjadi pemain yang sangat subur dengan torehan 17 poin dan 13 rebound miliknya. Sementara itu, Wagner yang dimainkan Luke Walton sebagai starter pun mampu tampil lumayan baik dalam laga ini. Pemain berkebangsaan Jerman ini dapat mengakhiri laga dengan daftar 13 poin.

Stephen Curry Beberkan Rahasia Peningkatan Akurasi Tembakannya

Stephen Curry Beberkan Rahasia Peningkatan Akurasi Tembakannya

Point guard Golden State Warriors yakni Stephen Curry membeberkan rahasia penambahan akurasi tembakan tiga angkanya dalam sejumlah laga terakhir. Curry menegaskan bahwa ia mulai memakai lensa kontak sehingga menambah pula pengelihatannya di lapangan.

Sebagaimana diketahui, Curry memang sempat merasakan penurunan performa lumayan drastis di musim ini. Pada paruh kesatu musim, Curry yang familiar dengan akurasi tembakan tiga angkanya melulu mampu melesakkan 48 dari 131 tripoinnya yang setara dengan 36,6 persen. Akan tetapi, Curry sukses membenahi akurasi tembakannya pada paruh kedua. Terbukti, pada 9 pertandingan terakhir, Curry selalu sukses mencetak lebih dari 5 tembakan tiga angka per pertandingannya.

Saat ditanya tentang rahasia penambahan performanya tersebut, Curry dengan rendah hati menungkapkan untuk publik. Pemain bernomor punggung 30 tersebut menuliskan bahwa sekarang ia telah mulai memakai lensa kontak saat berlaga. Lensa kontak tersebut membantu pengelihatan Curry menjadi semakin tajam dan dapat membantu akurasinya pulang meningkat laksana dahulu.

“Saya mulai memakai lensa kontak. Saya serius, setelah memakai lensa kontak, saya merasa semua dunia laksana terbuka di mata saya. Selama ini saya tidak jarang memicingkan mata ketika menembak. Karena telah terjadi dalam masa-masa yang lumayan lama, urusan itu (memicingkan mata) serasa normal.” ungkap Curry saat diwawancara.

Kini, Curry bercita-cita performanya bisa stabil sampai Warriors menginjak babak playoff. Sebab, kemampuannya amat diperlukan Warriors dalam memetik kemenangan di babak playoff.

Ja Morant Memastikan Diri Untuk Mengikuti NBA Draft Tahun 2019

Ja Morant Memastikan Diri Untuk Mengikuti NBA Draft Tahun 2019

Ja Morant Memastikan Diri Untuk Mengikuti NBA Draft Tahun 2019 – Prospek muda asal Universitas Murray State yaitu Ja Morant meyakinkan diri akan mengekor pagelaran NBA Draft di tahun 2019 kali ini. Morant menyatakan segera hendak memulai perjalanan kariernya di NBA.

Morant yang adalahsalah satu pemain muda terbaik di NCAA mengungkapkan keinginannya tersebut melewati cuitan di akun twitter. Ia yakin bahwa keputusan yang diambilnya ketika ini ialah keputusan yang tepat guna menilai masa depannya. Alasan Morant guna terjun di NBA Draft itu memang termasuk masuk akal. Sebab, ia digadang-gadang bakal menjadi top 3 draft pick musim ini. Ia pun menjadi pesaing guna Zion Williamson dan R.J Barrett guna memikat hati semua tim-tim NBA.

“Itu susah sesungguhnya, saya dan teman-teman setim melewati musim yang spektakuler tahun ini. Saya berkata dengan orang tua saya. Kami pikir hanya perlu satu hari untuk memungut keputusan, namun hari-hari berlalu. Itu ialah keputusan yang paling sulit, saya kira, guna meninggalkan Murray State. Namun, Murray State masih terdapat di hati saya, dan saya akan tidak jarang kali menjadi seorang Racer.” ungkap Morant memperjelas keputusannya guna terjun ke NBA Draft.

Sebagai prospek muda, Morant memiliki spesialisasi dalam mencetak angka serta membagi bola dengan baik untuk rekan-rekannya. Di musim ini saja, Morant dapat tampil gemilang dengan mencetak rata-rata 24 poin, 5 rebound, dan 10 assist per laganya.

Sudah Tidak Lagi Muda, Shaun Livingston Berencana Pensiun Akhir Musim Ini

Guard Golden State Warriors yakni Shaun Livingston mengungkapkan kemauan untuk gantung sepatu pada akhir musim ini. Livingston menanggap dirinya telah tidak lagi muda dan mulai kehilangan masa primanya sebagai pemain.

Livingston sendiri telah terjun di NBA sekitar 14 tahun sampai saat ini. Begitu tidak sedikit pengalaman manis serta kejadian pahit yang mengecat perjalanan karier Livingston. Di musim ini, Livingston sejatinya masih terbelenggu kontrak bareng Warriors sampai tahun 2020 mendatang. Akan tetapi, ia menyatakan bahwa ia sudah merasakan penurunan kondisi jasmani yang lumayan drastis. Oleh sebab itu, Livingston mempertimbangkan pilihan untuk segera pensiun pada akhir musim ini.

“Sekarang jadi lebih sulit. Seperti tahun ini, saya kendala dengan cedera lebih dari tahun-tahun sebelumnya di Warriors. Dan tersebut tidak apa-apa, karena tersebut bagian dari kegiatan yang mesti dilakukan. Namun, secara emosional, di titik karier saya kini ini, rasanya sulit,” ucap Livingston saat diwawancara oleh media setempat.

Secara usia, Livingston memang termasuk tidak begitu tua dikomparasikan pemain-pemain beda yang hendak segera pensiun. Livingston akan memasuki usia 34 tahun pada bulan September mendatang. Meski demikian, pelbagai cedera yang dialaminya pun mempengaruhi kondisi jasmani Livingston dalam bermain basket. Tidak heran andai ia hendak merasakan pensiun sebab terlalu sudah dengan jadwal NBA yang begitu padat dalam sejumlah tahun terakhir.

Giannis Antetokounmpo Menjelaskan Cara Bucks Mengalahkan 76ers Dengan Skuatnya

Giannis Antetokounmpo Menjelaskan Cara Bucks Mengalahkan 76ers Dengan Skuatnya

Giannis Antetokounmpo Menjelaskan Cara Bucks Mengalahkan 76ers Dengan Skuatnya – Giannis Antetokounmpo membeberkan rahasia kemenangan Milwaukee Bucks atas Philadelphia 76ers walau ditinggal oleh Eric Bledsoe pada pertengahan laga. Antetokounmpo mengatakan andai timnya bermain dengan keyakinan diri tinggi sehingga mempermudah mereka dalam meredam agresivitas pemain lawan.

Sebagaimana diketahui, Bledsoe yang menjadi di antara pemain kunci dalam skuat Bucks mesti diusir wasit usai terlibat bentrokan dengan Joel Embiid. Akibat itu, Bucks darurat bermain dengan point guard cadangan dan kemudian mengandalkan sosok Antetokounmpo seorang dalam mencetak tidak sedikit poin. Meski termasuk sulit, rupanya Bucks masih dapat meraih kemenangan dengan skor akhir 128-122.

Saat ditanya tentang rahasia kemenangannya walau ditinggal Bledsoe, Antetokounmpo mengaku andai semua timnya berjuang untuk tidak terpengaruhi bakal hal itu. Semua pemain berjuang keras guna tetap konsentrasi menjalani pertandingan sebaik barangkali dan tetap menjaga keyakinan diri supaya tidak jeblok.

“Saya berjuang untuk tetap percaya diri dalam menjalani laga. Hal tersebut menjadi penting sebab rekan-rekan setim kamu juga bakal senang pemain kuncinya tetap percaya diri. Dalam pertandingan tersebut, memang kami kehilangan di antara pemain bintang kami yakni Eric Bledsoe, namun kami tetap mengawal chemistry kami sampai-sampai membuahkan hasil manis,” ucap Antetokounmpo.

“Saya sendiri menjadi panutan untuk rekan-rekan di kesebelasan ini. Jika saya percaya diri, maka rekan-rekan saya pun akan terpapar imbasnya. Saya melulu ingin menjadi misal yang baik sehingga dapat memimpin kesebelasan dalam meraih kemenangan,” tukasnya.

Cedera Lutut, Allen Crabbe Terpaksa Naik Meja Operasi

Kabar buruk mendekat salah satu kesebelasan yang berasal dari konferensi unsur timur di NBA yakni Brooklyn Nets. Bagaimana tidak, Nets mesti kehilangan Allen Crabbe sebab mengalami cedera lutut yang lumayan parah.

Saking parahnya cedera Crabbe tersebut, ia diwajibkan naik ke meja operasi guna memulihkan situasi lututnya. Tim dokter yang menangani operasi Crabbe masih belum dapat meyakinkan berapa lama masa-masa yang diperlukan olehnya guna meyakinkan masa-masa pemulihan Crabbe. Yang jelas, dokter akan menyaksikan terlebih dahulu kondisi jasmani Crabbe sebelum memberi masa-masa perkiraan.

Kabar ini pasti menjadi kabar yang tidak mengenakkan untuk Nets yang sedang berjuang untuk menggali satu lokasi di babak playoff. Di musim ini, Crabbe menjadi di antara pemain yang perannya lumayan krusial. Ia dapat mencetak rata-rata 10 poin dan 3 rebound per laganya. Angka tersebut semakin manis usai presentase tembakan Crabbe pun menjadi di antara yang terbaik dalam tim. Ia dapat melesakkan tembakan tiga angka dengan akurasi menjangkau 37%.

Jika menyaksikan secara historikal, pemain yang merasakan cedera serupa dengan Crabbe umumnya memerlukan waktu selama 4-6 pekan untuk mencairkan diri. Itu semua pun tergantung pada kondisi jasmani serta pertumbuhan tiap pekannya pasca menjalani operasi. Pihak Nets kini bercita-cita Crabbe bisa pulih dalam masa-masa secepat barangkali dan dapat memperkuat kesebelasan mereka pada babak playoff mendatang.

Stephen Curry Berharap LeBron James dan Lakers Tampil Lebih Baik di Musim Depan

Stephen Curry Berharap LeBron James dan Lakers Tampil Lebih Baik di Musim Depan – Stephen Curry memiliki harapan besar untuk sosok LeBron James dan kesebelasan yang dibelanya ketika ini yakni Los Angeles Lakers. Curry ingin supaya LeBron dapat membawa Lakers guna tampil lebih baik lagi musim depan. Sebab, LeBron mempunyai keterampilan yang paling baik dan teruji guna hal itu.

Sebagaimana diketahui, LeBron dan rekan-rekannya dalam skuat Lakers memang tidak berhasil tampil cocok ekspetasi di musim ini. Lakers gagal menjebol posisi 8 besar sehingga dijamin gagal lolos mengarah ke babak playoff. Hal ini menjadi penurunan performa untuk karier LeBron dimana ia selalu menjebol babak final NBA dalam 8 musim terakhir.

Menanggapi penurunan pencapaian LeBron tersebut, Curry sebagai rivalnya merasa prihatin. Ia lantas bercita-cita LeBron dapat melakukan penilaian besar-besaran sampai-sampai dapat membawa Lakers tampil semakin baik musim depan. Ia dapat memakai waktu jeda antar musim untuk membetulkan semua urusan yang berlangsung tidak benar musim ini.

“Itu jelas sesuatu yang bertolak belakang baginya. Delapan tahun telah ia selalu menjebol babak final NBA bakal tetapi kini ia bahkan tidak lolos babak playoff. Itu ialah pengalaman bertolak belakang yang tidak pernah dialami sebelumnya oleh LeBron,” ucap Curry.

“Meski tidak terdapat LeBron di babak playoff, bukan berarti peta kompetisi nanti bakal berjalan membosankan. Masih tidak sedikit talenta yang patut diwaspadai dan diacuhkan nantinya. Yang jelas, LeBron telah berjuang keras membawa Lakers lolos babak playoff musim ini walau gagal. Ia mesti memakai waktu jeda antar musim yang ada guna mengulang seluruh perjalanannya bareng tim,” tukasnya.

Rick Carlisle Terkesan Dengan Perkembangan Kristaps Porzingis

Pelatih kepala Dallas Mavericks yakni Rick Carlisle menyatakan terkesan dengan pertumbuhan yang diperlihatkan oleh pemain terbarunya yakni Kristaps Porzingis. Carlisle memandang bahwa Porzingis terus mengindikasikan perkembangan positif pasca merasakan cedera ACL.

Seperti yang diketahui, Porzingis sampai saat ini masih belum menjalani debutnya bareng Dallas Mavericks. Pihak manajemen tim tak mau mengambil resiko guna memainkannya di musim ini usai proses pemulihan Porzingis masih belum berlalu secara total. Mavericks berencana guna memainkannya di musim depan supaya Porzingis bisa tampil dengan keterampilan terbaiknya bareng tim.

Meski masih bakal dimainkan pada musim depan, namun Porzingis telah mulai menjalani sejumlah porsi latihan bareng tim. Setelah melakoni sejumlah tahap, Porzingis sukses membuat Carlisle senang. Sebab, evolusi yang ditunjukkannya telah amat positif. Porzingis melulu tinggal menantikan waktu saja hingga benar-benar pulih dan dapat bermain dengan normal.

Carlisle akan memakai waktu pada jeda antar musim nanti untuk menggali posisi yang tepat untuk Porzingis dalam tim. Di musim lalu, Porzingis bermain sebagai power forward inti dalam skuat New York Knicks. Musim depan, Porzingis tentu dapat mendapatkan peran yang sedikit bertolak belakang dari kesebelasan lamanya. Sebab, Porzingis adalahpemain yang mempunyai keterampilan lengkap sebagai seorang forward. Terlebih lagi, Mavericks pun akan memadukan Porzingis bareng guard muda asal Eropa lainnya yakni Luka Doncic.